Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 dan permendikbud nomor 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) menjadikan pendidikan karakter sebagai platform pendidikan nasional untuk membekali peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan (Pasal 2). Perpres ini menjadi landasan awal untuk kembali meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.Kurikulum 2013 sebagai rujukan proses pembelajaran pada satuan pendidikan, perlu mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Integrasi tersebut bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan.
Perpres No.87 Tahun 2017 tentang PPK mendefinisikan PPK sebagai “Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)” (Pasal 1, ayat 1)
Harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga ini perlu menjadi dimensi dalam setiap program dan kegiatan di sekolah dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebaikan agar individu tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang sehat secara jasmani, rohani, dan moral. Dalam Perpres dijelaskan bahwa fokus PPK adalah nilai-nilai Pancasila. “PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab” (Pasal 3)
Sangat jelas bahwa pengintegrasian PPK dalam implementasi Kurikulum 2013 perlu diletakkan dalam kerangka pembentukan karakter peserta didik dengan nilai-nilai kebaikan yang merupakan impmelentasi nilai-nilai Pancasila. Fokus pendekatan PPK dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah pada pendidikan karakter berbasis kelas.
Pendidikan karakter berbasis kelas merupakan keseluruhan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pemelajaran untuk memenuhi tuntutan minimal dalam kurikulum yang disepakati. Pendidikan karakter berbasis kelas berbicara tentang bagaimana relasi atau hubungan antara guru dan peserta didik dalam konteks pembelajaran formal isi kurikulum. Selain itu, dalam pendekatan ini, bagaimana guru mengintegrasikan nilai-nilai pembentukan karakter dalam proses pembelajaran yang terintagrasi dalam kurikulum menjadi sangat penting. Guru perlu memahami bagaimana cara mempersiapkan dan mengintagrasikannya dalam proses pembelajaran melalui pemilihan metodologi pembelajaran, pengelolaan kelas, dan cara membuat evaluasi. Hal-hal ini menjadi bagian penting yang perlu dipahami pendidik dalam rangka mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013.
Tiga pendekatan dalam PPK secara konseptual bisa dibedakan, misalnya:
Namun secara praktis, tiga pendekatan ini sesungguhnya dapat beririsan satu sama lain. Misalnya, ketika seorang guru dalam mengajar memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan wawancara dengan masyarakat setempat, atau melakukan kunjungan situs-situs resmi benda cagar budaya, maka selain terdapat implementasi pendidikan karakter berbasis kelas, juga terdapat implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jadi sesungguhnya, dalam praksis, ketiga pendekatan itu bisa beririsan satu sama lain.
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) selain merupakan kelanjutan dan kesinambungan dari Gerakan Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Tahun 2010 juga merupakan bagian integral Nawacita. Dalam hal ini butir 8 Nawacita: Revolusi Karakter Bangsa dan Gerakan Revolusi Mental dalam pendidikan yang hendak mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengadakan perubahan paradigma, yaitu perubahan pola pikir dan cara bertindak, dalam mengelola sekolah.
Gerakan PPK menempatkan nilai karakter sebagai dimensi terdalam pendidikan yang membudayakan dan memberadabkan para pelaku pendidikan. Ada lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK.
Kelima nilai utama karakter bangsa yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Religius
Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan.Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.
|
Nama Kegiatan Pembiasaan |
Pelaksanaan |
|
Setiap hari |
|
Setiap hari Senin - Kamis |
|
Setiap awal dan akhir KBM |
|
Setiap bakda ashar Jumat akhir bulan |
|
Menyesuaikan momen |
|
Setiap 10 Muharam dan jelang Ujian kelas 6 |
|
Setiap bulan Ramamdhan |
|
Setiap perayaan Hari Raya Idul Adha |
|
Setap bula Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri |
|
Setiap awal masuk setelah libur hari raya |
2. Nasionalis
Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa,rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan,taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku,dan agama.
|
Nama Kegiatan Pembiasaan |
Pelaksanaan |
|
Setiap hari Selasa dan Kamis sebelum KBM dimulai |
|
Setiap hari setelah KBM |
|
Setiap pagi sebelum KBM , saat istirahat dan setelah KBM mengiringi perpulangan siswa |
|
Tanggal 1 Juni |
|
Tanggal 14 Agustus |
|
Tanggal 17 Agustus |
|
Tanggal 1 Oktober |
|
Tanggal 21 April |
|
Tanggal 28 Oktober |
|
Tanggal 20 Mei |
|
Tanggal 2 Mei |
|
Tanggal 10 November |
3. Mandiri
Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Kegiatan dan pelaksanaan karakter Mandiri di SDN Pekunden sebagai berikut;
|
Nama Kegiatan Pembiasaan |
Pelaksanaan |
|
Menyesuaikan waktu |
|
Setiap hari sebelum KBM |
|
Setiap hari sesuai jadwal |
|
Setiap hari sesuai jadwal |
|
Menyesuaikan waktu |
4. Gotong Royong
Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/ pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan.Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong- menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.
Kegiatan dan pelaksanaan karakter Gotong royong di SDN Pekunden sebagai berikut;
|
Nama Kegiatan Pembiasaan |
Pelaksanaan |
|
Setiap hari Jumat sebelum memulai KBM |
|
Setiap hari sesuai jadwal |
|
Menyesuaikan waktu |
|
Menyesuaikan waktu |
|
Setiap hari sesuai jadwal |
|
Setiap hari sesuai jadwal |
5. Integritas
Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral).
Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran.Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).
Kegiatan dan pelaksanaan karakter integritas di SDN Pekunden sebagai berikut;
|
Nama Kegiatan Pembiasaan |
Pelaksanaan |
|
Senin – Juamt |
|
Setiap hari |
|
Senin – Juamt |
Kelima nilai utama karakter bukanlah nilai yang berdiri dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain, yang berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Dari nilai utama manapun pendidikan karakter dimulai, individu dan sekolah pertlu mengembangkan nilai-nilai utama lainnya baik secara kontekstual maupun universal. Nilai religius sebagai cerminan dari iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan secara utuh dalam bentuk ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing dan dalam bentuk kehidupan antarmanusia sebagai kelompok, masyarakat, maupun bangsa. Dalam kehidupan sebagai masyarakat dan bangsa nilai- nilai religius dimaksud melandasi dan melebur di dalam nilai-nilai utama nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Demikian pula jika nilai utama nasionalis dipakai sebagai titik awal penanaman nilai-nilai karakter, nilai ini harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang tumbuh bersama nilai-nilai lainnya. Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak.
PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
DI KELAS I –VI SDN PEKUNDEN
|
HARI |
PROGRAM/MATERI |
KETERANGAN |
|
|
Menghias, menjaga dan merawat kelas, dari tema-tema kelas yang mendidik dan mengandung nilai karakter. Diantaranya adalah: Kelas I : kelas Bali dan kelas Dayak Kelas II : kelas Bugis dan kelas Banten Kelas III : kelas Madura dan kelas Aceh Kelas IV : kelas Betawi dan kelas Batak Kelas V : kelas Sasak dan kelas Banjar Kelas VI : kelas Minang dan kelas Sunda |
Kelas I-VI |
|
Senin |
|
Kelas I-VI |
|
Selasa |
|
Kelas I-VI
|
|
Rabu |
|
Kelas I-VI |
|
Kamis |
|
Kelas I-VI |
|
Jum’at |
Kegiatan diawali dengan kegiatan apel berkarakter yang di dalamnya terangkai kemandirian dengan berbaris dan berjalan secara teratur menuju ke halaman sekolah, hormat bendera sambil mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan berdoa sesuai agama masing-masing dengan menundukkan, selanjutnya olahraga masal baik senam maupun jalan sehat, setelahnya dilanjut dengan makan bersama dengan menu yang telah ditentukan yang diatur sedemikianrupa sekaligus menanamkan nilai kkarakter siswa
|
Kelas I-VI Kelas III, IV (Siaga) Kelas V, VI (Penggalang) |
